Syahadat adalah pintu gerbang keimanan dan fondasi utama Islam. Kalimat La ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah bukan sekadar ucapan, tetapi juga harus diyakini dan diamalkan.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang mati dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, maka ia akan masuk surga.” (HR. Muslim).
Namun, iman seseorang bisa naik dan turun, sehingga perlu diperbarui dengan memperbanyak dzikir dan memahami makna syahadat. Oleh karena itu, setiap Muslim harus terus menguatkan syahadatnya dengan ibadah dan ketaatan kepada Allah.
Dalam QS. Muhammad: 19, Allah berfirman: “Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah.”
Selain memperbarui syahadat dengan lisan, kita juga harus merefleksikannya dalam perbuatan sehari-hari. Mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan, seperti jujur, amanah, dan senantiasa berbuat kebaikan, adalah bukti nyata dari keimanan yang terus diperbarui. Dengan demikian, iman kita akan tetap terjaga dan semakin kuat dari waktu ke waktu.
