Isra Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang menjadi salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad ﷺ. Dalam perjalanan ini, Rasulullah ﷺ diperintahkan oleh Allah untuk pergi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha (Isra), lalu dinaikkan ke langit hingga Sidratul Muntaha (Mi’raj) untuk menerima perintah shalat lima waktu.
Allah berfirman: “Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami.” (QS. Al-Isra: 1).
Peristiwa ini menunjukkan kebesaran Allah serta kemuliaan Rasulullah ﷺ sebagai utusan-Nya. Isra Mi’raj juga mengajarkan pentingnya shalat sebagai ibadah utama yang langsung diperintahkan oleh Allah tanpa perantara wahyu biasa.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Shalat adalah tiang agama, maka siapa yang menegakkannya, ia telah menegakkan agama; dan siapa yang meninggalkannya, ia telah merobohkan agama.” (HR. Baihaqi).
Oleh karena itu, Isra Mi’raj bukan sekadar kisah perjalanan spiritual, tetapi juga pengingat bagi setiap Muslim untuk menjaga shalat sebagai bentuk ketaatan dan kedekatan kepada Allah.
